Kisahku di Arab Saudi …..

Masjid @ Jeddah

sesuatu yang berbeda antara masjid-masjid di Jeddah dan di jakarta:

  • Donatur pembanguan masjid biasanya adalah orang tunggal (1 orang).
  • tidak ada kotak amal di dalam masjid.
  • shof pertama di beri tempat sandaran (kayak tempat duduk)

  • jarak antara Adzan dan Iqomah +  30 menit … kecuali sholat maghrib + 10 menit,  jadi rata-rata jamaah akan menunggu iqomah sambil membaca Al-Qur’an, Al-Qur’an disediakan di banyak tempat di dalam masjid.
  • Pada waktu sholat 5 waktu semua toko harus tutup….tidak terkecuali Mall – Mall besar….. dan akan kembali buka  setelah itu…jadi buka-tutup berkali-kali dalam sehari.

  • jarak antar shof lebih lebar…mungkin karena rata-rata orang di sini lebih tinggi.
  • di bagian belakang masjid disedikan dispenser (air minum)…yg ini gratis.
  • di bagian depan disediakan kotak tisu….ini juga gratis.
  • sandal di bawa masuk ke tempat wudhu (jadinya tempat wudhu biasanya agak kotor)… biasanya di depan kran tempat wudhu disediakan tempat duduk.

  • khutbah jumat dalam bahasa arab…. jadi buat yang bahasa arabnya pas-pasan kayak saya ….ya siap-siap nggak ngerti… 🙂
  • semenjak di Jeddah saya baru sekali melihat 1 masjid yang menyedikan tempat sholat untuk perempuan…. sepertinya masjid memang hanya dikhususkan untuk laki-laki… kalo di Masjidil Haram (Mekah) dan Masjid Nabawi (Madinah) tentu tersedia tempat sholat untuk perempuan … belum tau juga sih kalo tempat2 lain…

Iklan

Comments on: "Masjid @ Jeddah" (7)

  1. – Kalau jarak antara azan dan iqomah sekitar 30 menit, berarti tidak segera sholat pada waktunya?

    – Tempat wudhunya kok kotor ya?

    • arifisnaeni said:

      – bisa ditanyakan ke yg lebih tau fiqih
      – tidak semua tempat wudhu sekotor itu…cuma ada kecenderungan tidak benar2 bersih karena sendal di bawa masuk…di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sandal juga dibawa masuk…tapi di sana bersih…karena petugas kebersihannya standby terus …sambil bawa alat buat ngepel lantai

  2. blm tau …krn kelas nya belum mulai…seharus nya minggu ini sudah mulai….tetapi kebiasaan disini mulai nya minggu ke-2….

  3. Tetap Dihitung shalat pada waktunya, walo tdk segera, tdk masalah Krn ada Maslahah Yaitu Nunggu jamaah. Nunggu shalatx 20 menit mas arief. Trus, walo toko wajib tutup, hanya u mnghormati waktu n org shalat. Kl u shalat jamaahx, org tdkndiwajibkan undatang, jadinya ada jg yg malah masih tidur, termasuk klo kuliah, ya ttp jalan. Tp biasanya waktu kuliah bukan di waktu2 shalat

  4. assalamu’alaikum… mas arif tinggal di arab(jeddah)??
    mau tanya apa benar yah tki yg d arab itu banyak yg sulit pulang, soalnya kakak saya sdh 5thn jd tki disana blum pulang juga…

    dan kt kk saya di arab itu wanita dan pria tidak boleh ngobrol dlm jarak dekat…

    • arifisnaeni said:

      iya
      ada tki yg kesulitan pulang karena visanya expired ataupun iqama/KITAS (kartu ijin tinggal sementara) expired

      untuk ngobrol di tempat umum memang tidak boleh terlalu dkt untuk yg bukan mahram

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: