Kisahku di Arab Saudi …..

Badai Pasir

Cuaca hari ini (selasa) dan prakiraan cuaca untuk besok:

Biasanya (kata kakak kelas)….sehari sebelum hujan, angin akan berhembus lebih kencang, sebagai akibatnya pasir dan debu akan beterbangan.

sebagai catatan bahwa hujan sangat jarang terjadi di sini.

sesuatu yang nampak seperti kabut atau asap tersebut adalah debu dan pasir yang beterbangan diterpa angin.

Bandingkan dengan foto di bawah ini (keadaan normal):

Kamis & Jumat Hari Libur

Sesuatu banget :-) …yang sangat berbeda antara Indonesia dan Saudi adalah hari libur.

Kalau kita sering dengar istilah “I Hate Monday”….mungkin di Saudi ada istilah “I Hate Saturday”….karena hari libur di Saudi adalah hari kamis dan jumat…beda banget dengan di Indonesia yang hari liburnya adalah sabtu dan minggu.

dan ternyata Hari libur nasionalnya juga beda banget…disini cuman ada 3 tanggal merah (hari libur nasional)…yaitu:

sumber: wikipedia.org

Catatan:

  1. hari libur anak sekolah jauh lebih banyak (saya kemaren di cerita in …cuman agak2 lupa)…Ramadhan libur full…pokoknya kalau di total 3 bulanan libur ….(*agak lupa persisnya)
  2. Ada Pekerja swasta yang mendapatkan 30 hari kalender cuti (bukan hari kerja)…*gak tau juga apa mayoritas begitu.
  3. Jam kerja PNS di sini adalah jam 07:30 s/d 14:30

Panas – Dinginnya Saudi

Banyak orang mengira, termasuk saya dulu bahwa Saudi itu panas (karena identik dengan padang pasir), hal itu tidak sepenuhnya salah, ya memang panas kalau pas musim panas, tapi bisa juga dingin,  seperti saat ini (26 januari 2012, jam 22.00, sumber weatherforcastmap).

kalau anda pengen merasakan dinginnya saudi silahkan datang ke bagian utara saudi.

Alhamdulillah tempat kota saya tinggal saat ini (Jeddah) adalah kota yang tergolong hangat, saya bukan orang yang betah dingin. brrr….

berikut data temperatur kota Jeddah yang pernah tercatat (wikipedia.org), panas ekstrim 52 C, dingin ekstrim 9 C  (klik gambar untuk memperbesar):

Bila kita lihat pada peta dunia, garis lintang Saudi sejajar dengan Hongkong dan Taiwan (kayaknya disana ada saljunya kalau musim dingin)

kalau soal banjir ternyata Jakarta dan Jeddah tidak jauh berbeda. Jalan-jalan di sini  tidak dilengkapi dengan selokan (curah hujan yang sangat rendah)…tetapi bila tiba2 hujan deras banjir deh:

tetapi banjir tidak setiap tahun terjadi… tercatat banjir melanda Jeddah pada tahun 2009 dan 2011

sesuatu yang berbeda antara masjid-masjid di Jeddah dan di jakarta:

  • Donatur pembanguan masjid biasanya adalah orang tunggal (1 orang).
  • tidak ada kotak amal di dalam masjid.
  • shof pertama di beri tempat sandaran (kayak tempat duduk)

  • jarak antara Adzan dan Iqomah +  30 menit … kecuali sholat maghrib + 10 menit,  jadi rata-rata jamaah akan menunggu iqomah sambil membaca Al-Qur’an, Al-Qur’an disediakan di banyak tempat di dalam masjid.
  • Pada waktu sholat 5 waktu semua toko harus tutup….tidak terkecuali Mall – Mall besar….. dan akan kembali buka  setelah itu…jadi buka-tutup berkali-kali dalam sehari.

  • jarak antar shof lebih lebar…mungkin karena rata-rata orang di sini lebih tinggi.
  • di bagian belakang masjid disedikan dispenser (air minum)…yg ini gratis.
  • di bagian depan disediakan kotak tisu….ini juga gratis.
  • sandal di bawa masuk ke tempat wudhu (jadinya tempat wudhu biasanya agak kotor)… biasanya di depan kran tempat wudhu disediakan tempat duduk.

  • khutbah jumat dalam bahasa arab…. jadi buat yang bahasa arabnya pas-pasan kayak saya ….ya siap-siap nggak ngerti… :-)
  • semenjak di Jeddah saya baru sekali melihat 1 masjid yang menyedikan tempat sholat untuk perempuan…. sepertinya masjid memang hanya dikhususkan untuk laki-laki… kalo di Masjidil Haram (Mekah) dan Masjid Nabawi (Madinah) tentu tersedia tempat sholat untuk perempuan … belum tau juga sih kalo tempat2 lain…

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.